• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Journal of Psychology
  • LPPM UGM
  • UGM Mail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Center for Indigenous and Cultural Psychology
Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang CICP
    • Selayang Pandang Indigenous Psychology
    • Sambutan Direktur
    • Sejarah CICP
    • Visi dan Misi
    • Staff
    • Anggota
  • Kegiatan
    • Konferensi
    • Konsentrasi Penelitian
      • Konsentrasi Penelitian 2021
      • Konsentrasi Penelitian 2020
      • Konsentrasi Penelitian 2019
    • Kegiatan Terlaksana
    • Kegiatan Rutin
      • CICP Publication Workshop
      • School of Researcher
      • THEORY BUILDING TRAINING
    • Kegiatan Mendatang
    • Magang Internal
      • Prosedur Magang Internal (UGM)
      • Rekap Magang Internal 2018
      • Rekap Magang Internal 2019
    • Magang External
      • Prosedur Magang Eksternal (Asing dan Non-UGM)
      • Alumni Magang Eksternal
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Working Paper Series
    • Buku
    • Policy Brief CICP
    • Artikel Lain
  • Home
  • Public Release

Dari Pagar ke Profil: Relasi Tetangga dan Teman dalam Era Digital

  • Public Release
  • 31 Oktober 2024, 16.27
  • Oleh : admin

Prof. Dr. Faturochman, M.A. (ketua peneliti) dan Dr. Wenty Marina Minza, M.A. (anggota peneliti) dari Center for Indigenous & Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi UGM melaksanakan penelitian dalam upaya untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDG). Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi poin SDG kesebelas, yakni membuat perkotaan dan permukiman manusia menjadi inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Secara umum, penelitian ini berfokus untuk memahami dinamika ketetanggaan dan pertemanan. Meskipun selalu ada dalam keseharian, kedua topik ini adalah topik yang selama ini kurang menjadi perhatian para peneliti psikologi. Kompleksitas dalam berelasi dengan tetangga dan teman bertambah seiring dengan kehadiran media sosial, sehingga menjadi menarik untuk menilik apakah media sosial mempererat kedekatan, menciptakan rasa kebersamaan, dan memperkuat dukungan sosial di antara tetangga dan teman? Atau, sebaliknya?

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan pengumpulan data melalui kuesioner (pilihan tertutup dan skala) dengan analisis data secara deskriptif maupun inferensial. Kemudian pendekatan kualitatif dilakukan dengan metode etnografi. Penelitian yang dilaksanakan di Yogyakarta ini melibatkan empat orang asisten peneliti. Luluk Handayani, Wina Aulia, Syifa Fauziah, dan Ahmad Yusrifan Amrullah sebagai asisten peneliti ikut berbaur dengan mengikuti berbagai kegiatan mingguan, bulanan, hingga tahunan, serta aktivitas harian warga di lokasi penelitian.

Temuan yang didapatkan adalah media sosial berperan dalam interaksi ketetanggaan dan pertemanan dengan penggunaan media sosial yang lebih berpengaruh apabila interaksi digunakan dalam relasi tetangga yang menjadi teman. Media sosial, memfasilitasi interaksi antar tetangga dan teman. Interaksi tersebut dapat berupa komunikasi informal ataupun aktivitas formal ketetanggaan. Kedua relasi (teman dan tetangga) memiliki orientasi model relasi kesatuan dan kesetaraan. Proporsi orientasi tersebut tergantung pada bentuk relasi yang dimiliki. Relasi dapat bervariasi dan dinamis. Tidak semua tetangga dapat menjadi teman bagi individu dan tidak semua teman dekat merupakan tetangga.


Penelitian ini juga telah dipresentasikan dan didiskusikan pada kegiatan “Workshop Exploring the Bonds: A Workshop on Psychological Research in Friendship and Neighborhood Relations” bersama Prof. Jaav Valsiner dari Aalborg University Denmark dan Giuseppina Marsico dari University of Salerno Italy sebagai partner internasional. Diskusi tersebut akan menjadi permulaan untuk penelitian dan penulisan baik artikel atau buku untuk dipublikasikan.

Tags: SDG 11: Kota dan Pemukaman yang Berkelanjutan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Antarmuka Budaya: Etnografi Multisensori di Era Digital

Public Release Selasa, 25 November 2025

Pada sesi Module 2 Lecture 1, Dr. Zamzam menyampaikan materi tentang pendekatan etnografi multisensori pada era digital, khususnya dalam penelitian antropologi. Penelitian antropologi berfokus pada konstruksi sosial terhadap indra, khususnya persepsi sensorik dalam proses sosialisasi, […].

Angkringan #24: Menakar Resiliensi Kolektif Masyarakat terhadap Bencana Iklim dari Perspektif Psikologi Budaya

AngkringanKegiatan yang telah dilaksanakan Selasa, 22 Juli 2025

Yogyakarta, 7 Juli 2025 — Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi UGM kembali menggelar seri diskusi “Angkringan” yang ke-24 sebagai bagian dari rangkaian Pre-Summer Course Event.

CICP Exchange Forum: Resiliensi Psikologis dan Dinamika Sosial di Tengah Krisis

AngkringanKegiatan yang telah dilaksanakanPublic Release Kamis, 15 Mei 2025

Yogyakarta, 10 April 2025 – Center of Indigenous and Cultural Psychology (CICP) bersamai Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan CICP Exchange Forum: Cross-Cultural International Research pada Senin, 10 April 2025 pukul 10.00–11.30 WIB.

Angkringan #19: “People of The Barracks”: Meta-Beliefs of a migrant community in West Kalimantan, Indonesia

AngkringanPublic Release Senin, 3 Maret 2025

  Yogyakarta, 28 Februari 2025 – Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar kegiatan “Angkringan CICP” dengan tema “People of The Barracks”: Meta-Beliefs of a migrant community […].
Universitas Gadjah Mada

Alamat: Ruang D604 Gedung D lt. 6, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada,
Jalan Humaniora Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta 55281 INDONESIA

Jam Kerja: 08.00 – 16.00
Telepon: (+62)274-550435 ext. 604
Humas CICP: (+62)857-2868-1391
Fax: (+62)274-550436

Email: cicp@ugm.ac.id

Instagram: @cicp.ugm

© Universitas Gadjah Mada