• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Journal of Psychology
  • LPPM UGM
  • UGM Mail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Center for Indigenous and Cultural Psychology
Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang CICP
    • Selayang Pandang Indigenous Psychology
    • Sambutan Direktur
    • Sejarah CICP
    • Visi dan Misi
    • Staff
    • Anggota
  • Kegiatan
    • Konferensi
    • Konsentrasi Penelitian
      • Konsentrasi Penelitian 2021
      • Konsentrasi Penelitian 2020
      • Konsentrasi Penelitian 2019
    • Kegiatan Terlaksana
    • Kegiatan Rutin
      • CICP Publication Workshop
      • School of Researcher
      • THEORY BUILDING TRAINING
    • Kegiatan Mendatang
    • Magang Internal
      • Prosedur Magang Internal (UGM)
      • Rekap Magang Internal 2018
      • Rekap Magang Internal 2019
    • Magang External
      • Prosedur Magang Eksternal (Asing dan Non-UGM)
      • Alumni Magang Eksternal
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Working Paper Series
    • Buku
    • Policy Brief CICP
    • Artikel Lain
  • Home
  • Angkringan

Angkringan #24: Menakar Resiliensi Kolektif Masyarakat terhadap Bencana Iklim dari Perspektif Psikologi Budaya

  • Angkringan, Kegiatan yang telah dilaksanakan
  • 22 Juli 2025, 21.41
  • Oleh : admin

Yogyakarta, 7 Juli 2025 — Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi UGM kembali menggelar seri diskusi “Angkringan” yang ke-24 sebagai bagian dari rangkaian Pre-Summer Course Event. Diskusi kali ini mengangkat tema “Resiliensi Kolektif Masyarakat Terdampak Bencana Iklim” yang dibawakan oleh Dr. Moh. Abdul Hakim dari Universitas Sebelas Maret, dengan Faiqal Dima Hanif, Asisten Peneliti CICP, sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Dr. Abdul Hakim menekankan bahwa kenaikan permukaan laut bukan lagi ancaman abstrak, melainkan kenyataan yang telah dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu contohnya adalah kota Pekalongan yang disebut memiliki tingkat penurunan tanah tercepat di dunia, menjadikannya salah satu dari 112 kabupaten/kota yang berada dalam risiko tinggi terdampak bencana iklim.

Dari perspektif psikologi budaya, Dr. Hakim menjelaskan bahwa resiliensi komunitas bukan hanya soal kesiapan infrastruktur, tetapi juga proses budaya yang terwujud melalui interaksi antara nilai, keyakinan, dan pola relasi sosial masyarakat. Masyarakat yang resilien umumnya memiliki karakteristik seperti kolektivisme yang tinggi, keterikatan sosial yang erat, sense of community, serta praktik keagamaan dan identitas komunitas berbasis nilai-nilai lokal.

“Komunitas yang kuat cenderung memiliki hubungan kekeluargaan yang erat, tinggal berdekatan, dan mampu merespons bencana secara gotong royong,” jelas Dr. Hakim berdasarkan studi kasus yang dilakukan di dua desa di Pemalang.

Musyawarah desa menjadi contoh mekanisme pengambilan keputusan kolektif yang memperkuat resiliensi sosial. Selain itu, tingkat relational mobility—atau kemampuan individu untuk membangun dan menjaga relasi sosial yang fleksibel—juga menjadi aspek penting dalam kemampuan bertahan komunitas.

Diskusi ini menegaskan bahwa resiliensi terhadap perubahan iklim tidak bisa dilepaskan dari konteks budaya lokal, serta pentingnya memahami psikologi masyarakat sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana.

Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini terbuka untuk umum dan menjadi wadah dialog interdisipliner yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan masyarakat umum yang peduli pada isu-isu lingkungan dan budaya.

Tags: SDG 11: Kota dan Pemukaman yang Berkelanjutan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Extended Registration for International Summer Course 2026

Upcoming Activitiy Senin, 27 Juli 2026

📢 Great news! We’ve extended the registration deadline! Missed the previous deadline? Here’s another opportunity to join our International Summer Course 2026: Understanding Solidarity in the Global South: Cultural and Social Psychological Perspectives.

INTERNATIONAL SUMMER COURSE 2026

Upcoming Activitiy Rabu, 8 Juli 2026

  🌏 INTERNATIONAL SUMMER COURSE 2026 Understanding Solidarity in the Global South: Cultural and Social Psychological Perspectives Join participants from around the world in this fully online summer course hosted by the Center for Indigenous […].

Symposium Handbook Released

Public Release Rabu, 10 Desember 2025

We are pleased to announce that the official Symposium Handbook for the CICP Symposium and Research Dissemination 2025 is now available for download. It includes the full schedule, keynote information, presentation details, room assignments, selected […].

Selected Abstract for Symposium and Research Dissemination “Beyond the Screen: Rethinking Media and Violence”

Public Release Selasa, 9 Desember 2025

We are pleased to announce the Selected Abstracts for the Symposium and Research Dissemination themed “Beyond the Screen: Rethinking Media and Violence.” Congratulations to all presenters whose works have been selected.
Universitas Gadjah Mada

Alamat: Ruang D604 Gedung D lt. 6, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada,
Jalan Humaniora Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta 55281 INDONESIA

Jam Kerja: 08.00 – 16.00
Telepon: (+62)274-550435 ext. 604
Humas CICP: (+62)857-2868-1391
Fax: (+62)274-550436

Email: cicp@ugm.ac.id

Instagram: @cicp.ugm

© Universitas Gadjah Mada