• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Journal of Psychology
  • LPPM UGM
  • UGM Mail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Center for Indigenous and Cultural Psychology
Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang CICP
    • Selayang Pandang Indigenous Psychology
    • Sambutan Direktur
    • Sejarah CICP
    • Visi dan Misi
    • Staff
    • Anggota
  • Kegiatan
    • Konferensi
    • Konsentrasi Penelitian
      • Konsentrasi Penelitian 2021
      • Konsentrasi Penelitian 2020
      • Konsentrasi Penelitian 2019
    • Kegiatan Terlaksana
    • Kegiatan Rutin
      • CICP Publication Workshop
      • School of Researcher
      • THEORY BUILDING TRAINING
    • Kegiatan Mendatang
    • Magang Internal
      • Prosedur Magang Internal (UGM)
      • Rekap Magang Internal 2018
      • Rekap Magang Internal 2019
    • Magang External
      • Prosedur Magang Eksternal (Asing dan Non-UGM)
      • Alumni Magang Eksternal
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Working Paper Series
    • Buku
    • Policy Brief CICP
    • Artikel Lain
  • Home
  • Public Release

Antarmuka Budaya: Etnografi Multisensori di Era Digital

  • Public Release
  • 25 November 2025, 13.12
  • Oleh : cicp

Pada sesi Module 2 Lecture 1, Dr. Zamzam menyampaikan materi tentang pendekatan etnografi multisensori pada era digital, khususnya dalam penelitian antropologi. Penelitian antropologi berfokus pada konstruksi sosial terhadap indra, khususnya persepsi sensorik dalam proses sosialisasi, yang tidak terbatas pada persepsi fisik atau tubuh semata. Persepsi sensorik yang terbentuk secara sosial ini memiliki implikasi terhadap sisi afektif individu. Istilah afek dalam konteks ini mengacu pada kategori umum emosi dan sensasi yang memengaruhi cara kita memersepsi dunia dan bertindak di dalamnya, serta harus dipahami dalam kerangka tindakan sosial.

Dr. Zamzam menjelaskan bahwa konsep afek dan feel atau rasa sebaiknya dipahami sebagai keterlibatan individu terhadap konstruksi sosial atau objek tertentu. Dalam hal ini, pengalaman sensorik bersifat multisensoris, di mana indra kita saling terhubung dengan dua atau lebih subjek atau objek secara bersamaan. Sebagai contoh, saat melihat makanan, kita juga dapat mencium aroma makanan tersebut.

Saat ini, media digital telah menyatu dengan tubuh kita dan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Etnografi visual digital merupakan bagian dari, sekaligus berpartisipasi dalam lingkungan material sensorik digital. Melalui pendekatan ini, kita dapat memahami bagaimana individu menciptakan hubungan dengan media digital, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan materi atau konten di dalamnya.

Salah satu studi yang dilakukan oleh Dr. Zamzam menggunakan pendekatan multisensoris di sebuah desa yang rawan tenggelam menunjukkan bahwa masyarakat menggunakan berbagai indera mereka untuk merasakan dan memersepsi bahaya. Para partisipan mendengarkan suara alam seperti angin atau ombak laut, kemudian berdiskusi untuk saling berbagi persepsi. Emosi seperti rasa takut kemudian muncul karena suara alam tersebut dipersepsi sebagai isyarat bahaya.

Sesi ini ditutup dengan diskusi menarik bersama peserta Summer Course. Beberapa budaya pop indijinus, seperti “sound horeg” turut diperbincangkan bagaimana masyarakat mempersepsikan budaya tersebut dengan penerimaan dan perilaku.

Tags: SDG 11: Kota dan Pemukaman yang Berkelanjutan SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Symposium Handbook Released

Public Release Rabu, 10 Desember 2025

We are pleased to announce that the official Symposium Handbook for the CICP Symposium and Research Dissemination 2025 is now available for download. It includes the full schedule, keynote information, presentation details, room assignments, selected […].

Selected Abstract for Symposium and Research Dissemination “Beyond the Screen: Rethinking Media and Violence”

Public Release Selasa, 9 Desember 2025

We are pleased to announce the Selected Abstracts for the Symposium and Research Dissemination themed “Beyond the Screen: Rethinking Media and Violence.” Congratulations to all presenters whose works have been selected.

Memikirkan Kembali tentang “Budaya”: Summer Course Menyorot Polikulturalisme sebagai Jalan Inklusivitas bersama Prof. Emiko Kashima

Public Release Jumat, 25 Juli 2025

Jum’at (18/07), sesi ketiga dari rangkaian modul 1 International Summer Course CICP 2025 “Beyond Boundaries” yang diselenggarakan oleh CICP. Psikologi dan budaya kembali disorot dengan kuliah yang dibawakan oleh cendekiawan ternama Prof. Emiko Kashima dari […].

Memahami Psikologi Indigenous bersama Dr. Rogelia Pe-Pua: Rangkaian International Summer Course CICP

Public Release Jumat, 25 Juli 2025

Kamis (17/07), Dr. Rogelia Pe-Pua (University of New South Wales) menjadi narasumber di summer course CICP 2025. Dalam presentasinya yang berjudul “Tracing the Trajectory of Indigenous Psychology: A Reflective Dialogue on Knowledge, Method, and Identity”, […].
Universitas Gadjah Mada

Alamat: Ruang D604 Gedung D lt. 6, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Jl. Humaniora No. 1 Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta 55281 INDONESIA

Jam Kerja: 08.00 – 16.00
Telepon: (+62)274-550435 ext. 604
Humas CICP: (+62)857-2868-1391
Fax: (+62)274-550436

Email: cicp@cicp.psikologi.ugm.ac.id

Instagram: @cicp.ugm

© Universitas Gadjah Mada