• UGM
  • IT Center
  • Library
  • Journal of Psychology
  • LPPM UGM
  • UGM Mail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Center for Indigenous and Cultural Psychology
Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Tentang CICP
    • Selayang Pandang Indigenous Psychology
    • Sambutan Direktur
    • Sejarah CICP
    • Visi dan Misi
    • Staff
    • Anggota
  • Kegiatan
    • Konferensi
    • Konsentrasi Penelitian
      • Konsentrasi Penelitian 2021
      • Konsentrasi Penelitian 2020
      • Konsentrasi Penelitian 2019
    • Kegiatan Terlaksana
    • Kegiatan Rutin
      • CICP Publication Workshop
      • School of Researcher
      • THEORY BUILDING TRAINING
    • Kegiatan Mendatang
    • Magang Internal
      • Prosedur Magang Internal (UGM)
      • Rekap Magang Internal 2018
      • Rekap Magang Internal 2019
    • Magang External
      • Prosedur Magang Eksternal (Asing dan Non-UGM)
      • Alumni Magang Eksternal
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Working Paper Series
    • Buku
    • Policy Brief CICP
    • Artikel Lain
  • Home
  • Public Release

Telah berlangsung Angkringan CICP ke 13 tentang Kesehatan Jiwa Masyarakat: Perspektif Konsumen dan Aksi Komunitas

  • Public Release
  • 31 Oktober 2024, 11.54
  • Oleh : admin

Pada Jum’at (18/10), Pusat Studi Psikologi Indijinus dan Budaya (CICP) menyelenggarakan Angkringan ketiga belas dengan topik “Kesehatan Jiwa Masyarakat: Perspektif Konsumen dan Aksi Komunitas”. Angkringan kali ini dilaksanakan secara hibrida, daring melalui platform Zoom dan tatap muka di Ruang D-506 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Angkringan yang membahas kesehatan mental masyarakat dengan integrasi budaya dan komunitas ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya. 

Narasumber pertama, yaitu Mas Regisda Machdy, S.Psi., M.Sc. yang merupakan penulis buku Best Seller “Loving the Wounded Soul”. Mas Regis menceritakan pengalamannya menjadi survivor kesehatan jiwa. Beliau menjalani berbagai intervensi baik medis maupun tradisional hingga lintas budaya. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang sangat bermakna dalam kehidupan Mas Regis. Salah satu dari pernyataan yang disampaikan Mas Regis adalah “Apabila sedang menghadapi masalah dan merasa memiliki isu kesehatan mental, kita tidak hanya fokus pada upaya pengobatan klinis. Perbaiki juga hubungan dengan orang lain, makhluk lain, ataupun dengan Tuhan. Kadang tidak semua orang butuh terapi, namun bisa saja hanya butuh terkoneksi dengan orang lain”.

Narasumber kedua, yaitu Mbak Aspi Kristiati, S.KM., M.A. Mbak Aspi dari Yayasan Nawakamal Mitra Semesta. Mbak Aspi sudah lama berkecimpung pada praktisi kesehatan jiwa berbasis komunitas. Menurut Mbak Aspi, lintas budaya dapat mempengaruhi perbedaan gejala kesehatan jiwa seperti perbedaan waham yang muncul pada survivor di daerah timur dan barat. Hal tersebut memerlukan perbedaan intervensi sesuai dengan budaya setempat. Dengan demikian, sebelum memberikan edukasi kesehatan mental pada masyarakat, praktisi perlu mengetahui dan melibatkan tokoh-tokoh yang dipercayai oleh masyarakat di wilayah tersebut. Tokoh-tokoh yang dimaksud seperti masyarakat dukun, ulama, mempercayai romo/pater, pendeta, dan lainnya. 

Sebagai penutup dari Mbak Aspi, beliau mengatakan bahwa “Pentingnya kolaborasi akademisi, peran masyarakat, dan praktisi dalam upaya menjaga kesehatan jiwa. Akademisi tidak hanya memenuhi tugas penelitian dan kebutuhan pribadi, namun dapat memberikan implementasi pada masyarakat dan memberikan evaluasi pada praktisi untuk meningkatkan kesehatan mental”.

Angkringan yang dilaksanakan secara hibrida ini dihadiri oleh berbagai kalangan yang tertarik dengan isu-isu kesehatan mental dan budaya. Dimoderatori oleh Faiqal Dima Hanif, sesi Angkringan CICP ke-13 berlangsung dengan sangat baik.  Antusias peserta di ruang diskusi secara luring maupun daring terlihat saat sesi penyampaian materi dan sesi tanya jawab.

Tags: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

Symposium Handbook Released

Public Release Rabu, 10 Desember 2025

We are pleased to announce that the official Symposium Handbook for the CICP Symposium and Research Dissemination 2025 is now available for download. It includes the full schedule, keynote information, presentation details, room assignments, selected […].

Selected Abstract for Symposium and Research Dissemination “Beyond the Screen: Rethinking Media and Violence”

Public Release Selasa, 9 Desember 2025

We are pleased to announce the Selected Abstracts for the Symposium and Research Dissemination themed “Beyond the Screen: Rethinking Media and Violence.” Congratulations to all presenters whose works have been selected.

Antarmuka Budaya: Etnografi Multisensori di Era Digital

Public Release Selasa, 25 November 2025

Pada sesi Module 2 Lecture 1, Dr. Zamzam menyampaikan materi tentang pendekatan etnografi multisensori pada era digital, khususnya dalam penelitian antropologi. Penelitian antropologi berfokus pada konstruksi sosial terhadap indra, khususnya persepsi sensorik dalam proses sosialisasi, […].

Memikirkan Kembali tentang “Budaya”: Summer Course Menyorot Polikulturalisme sebagai Jalan Inklusivitas bersama Prof. Emiko Kashima

Public Release Jumat, 25 Juli 2025

Jum’at (18/07), sesi ketiga dari rangkaian modul 1 International Summer Course CICP 2025 “Beyond Boundaries” yang diselenggarakan oleh CICP. Psikologi dan budaya kembali disorot dengan kuliah yang dibawakan oleh cendekiawan ternama Prof. Emiko Kashima dari […].
Universitas Gadjah Mada

Alamat: Ruang D604 Gedung D lt. 6, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Jl. Humaniora No. 1 Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta 55281 INDONESIA

Jam Kerja: 08.00 – 16.00
Telepon: (+62)274-550435 ext. 604
Humas CICP: (+62)857-2868-1391
Fax: (+62)274-550436

Email: cicp@cicp.psikologi.ugm.ac.id

Instagram: @cicp.ugm

© Universitas Gadjah Mada