Cluster Deception and Culture

CLUSTER DECEPTION AND CULTURE

Transparency International menempatkan Indonesia pada rangking ke-88 dari 168 negara menurut Corruption Perception Index tahun 2015. Beberapa literatur menyebutkan bahwa sekalinya korupsi masuk kedalam sistem, maka susah untuk mengentaskan korupsi. Oleh karena itu, diperlukan suatu studi yang membahas secara sistematis dinamika terjadinya korupsi di tingkat individu, masyarakat dan sistem. Salah satu karakteristik tindak pidana korupsi adalah kecurangan. Bukti empiris yang menunjukkan persilangan antara budaya dengan tindak kecurangan menjadi motivasi penelitian-penelitian di cluster deception and culture. Penelitian dalam cluster deception and culture memiliki tiga fokus yaitu:

  1. Predisposisi psikologis kecurangan

Mengacu pada aspek-aspek psikologis dan budaya yang mempengaruhi atau meningkatkan terjadinya kecurangan.

  1. Dinamika psikologis kecurangan

Terjadinya segala proses kecurangan dalam perspektif psikologis.

  1. Manifestasi kecurangan

Membahas fenomena masyarakat yang diduga memiliki unsur kecurangan atau bentuk deception lain.

 

Selain akan dipublikasikan dalam bentuk paper, working paper series dan jurnal, hasil dari penelitian cluster deception telah dipresentasikan dalam the Asian Association of Social Psychology’s (AASP) 12th Biennial Conference di Auckland 2017 dan Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) di Universitas Gadjah Mada, Indonesia tahun 2017. Selain itu, cluster deception and culture pada tahun 2017 mendapatkan hibah penelitian fakultas untuk menjalani penelitian multi-years yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama memiliki fokus pada validasi dan pengembangan paradigma eksperimen learned helplessness pada populasi Indonesia. Sedangkan bagian kedua memiliki fokus pada dinamika eksplisit-implisit nasionalitas, inferioritas dan superioritas: studi etnografik.

Publikasi

Koordinator Peneliti

Galang Luftiyanto, M.Psi., Ph.D.

Asisten Penelitian

Tria Widyastuti

Muhammad Fadli

Annisa Fakhira Lubis

Yuni Kartika

Muhammad Fashih Hibatul Haqqi

Dita Permata Aditya

Samudera Fadilla Jamaluddin

Hasna Uzzakiyah

Annisa Ardi Ayuningtyas