Selayang Pandang Indigenous Psychology

Home / Selayang Pandang Indigenous Psychology

Indigenous psychology merupakan suatu studi ilmiah mengenai perilaku dan proses mental manusia yang bersifat indigenous, tidak diambil dari area lain, dan diperuntukkan bagi masyarakat yang menjadi subjek penelitian tersebut (Kim & Berry, 1993). Pendekatan ini mendukung pernyataan yang mengungkapkan bahwa pemahaman terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan suatu masyarakat harus dibingkai secara kontekstual. Untuk itu, teori, konsep, dan metode pada psikologi indigenous dikembangkan dengan mengadaptasi konteks pada fenomena psikologis. Tujuan utama dari pendekatan psikologi indigenous adalah untuk menciptakan keilmuan psikologi yang sistematis, komprehensif, universal secara teori dan dapat dibutikan secara empiris.

Kemunculan psikologi indigenous bermula dari kesulitan yang ditemukan oleh peneliti-peneliti Asia dalam mengaplikasikan ilmu psikologi yang didapatkan dari hasil studi mereka di negara-negara Barat kepada masyarakat di negaranya sendiri. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan-pertanyaan akan validitas, universalitas, dan aplikabilitas dari teori-teori psikologi yang ada (Kim, 2000). Peneliti-peneliti tersebut pada akhirnya menyimpulkan bahwa untuk memahami perilaku dan proses mental masyarakat dari budaya tertentu, mereka juga harus mempertimbangkan konteks yang bekerja pada masyarakat tersebut, baik secara ekologi, sejarah, filosofi, maupun agama (Kim dkk., 2006).

Psikologi indigenous mempertanyakan konsep universalitas pada teori psikologi saat ini dan berusaha untuk membangun keilmuan psikologi yang universal dalam konteks sosial, budaya, dan ekologi (Kim & Berry, 1993; Yang, 2000). Sikap tersebut didukung oleh penjelasan dari Enriquez (1993), Kim & Berry (1993), Koch & Leary (1985), Shweder (1991) (lihat Kim, et al, 2006) yang mengungkapkan bahwa teori psikologi pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari budaya dan nilai, serta memiliki validitas yang terbatas. Psikologi indigenous menawarkan suatu pendekatan dengan konten (makna, nilai, dan kepercayaan) yang kontekstual (keluarga, sosial, budaya, ekologi) yang tercerminkan dalam design penelitian (Kim dkk., 2006).

References

Kim, U. & Berry, J.W. (1993). Indigenous Psychologies: Experience and Research in Cultural Context. Newbury Park, CA: Sage Publication.

Kim, U. (2000). Indigenous, Cultural, and Cross Cultural Psychology: A Theoretical, Conceptual, and Epistimological Analysis. Asian Journal of Social Psychology 3: 265-287.

Kim, U., Yang, K., Hwang, K. (2006). Contributions to Indigenous and Cultural Psychology: Understanding People in Context. Dalam Kim, U., Yang, K., Hwang, K., (eds). Indigenous and Cultural Psychology: Understanding People in Context. New York: Springer.

tari saman gamelan javanese dance tari piring