CICP Menyelenggarakan School of Researcher periode Februari-Maret 2017

CICP Menyelenggarakan School of Researcher periode Februari-Maret 2017

Public Release
Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) baru saja melaksanakan rangkaian kegiatan School of Researcher (SOR), yang merupakan agenda rutin CICP sebagai suatu bentuk perekruitan dan pembekalan bagi peneliti magang baru, periode Februari-Maret 2017. SOR kali ini ditujukan bagi mahasiwa S2 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2016 ganjil dan genap. Tujuh mahasiswa S2 Fakultas Psikologi UGM mendaftar dan mengikuti seleksi awal, yaitu seleksi berkas. Calon peneliti magang diharuskan untuk mengisi formulir pendaftaran di cicp.psikologi.ugm.ac.id/sor dan mengumpulkan berkas pada tahap awal ini. Berkas-berkas yang harus dikumpulkan adalah curiculum vitae (CV), motivation letter, dan esai sesuai dengan cluster penelitian yang diminati. Berkas-berkas tersebut kemudian dikirim ke email CICP (cicp@ugm.ac.id). Pilihan cluster penelitian yang ditawarkan di CICP 2017 adalah sebagai berikut: 1. Research Cluster Youth (Im)mobility: Subcluster Social Relation and Youth…
Read More
Pantau Perkembangan Research Cluster, CICP Selenggarakan WPRC Perdana

Pantau Perkembangan Research Cluster, CICP Selenggarakan WPRC Perdana

Public Release
Sembilan cluster penelitian di CICP pada tanggal 10 Maret 2017 lalu secara bersama-sama telah melaksanakan Worskshop Progress Research Cluster (WPRC). Kesembilan cluster penelitian tersebut adalah Research Cluster Relasi Sosial: Sub-Cluster Relasi Orang tua-Anak, Sub-Cluster Relasi Pertemanan, Sub-cluster Hubungan Romantis, dan Sub-cluster Relasi Pertetanggaan; Research Cluster Youth (Im)mobility: Sub-cluster Generation Y and Career Aspiration dan Subcluster Social Relation and Youth Mobility; Research Cluster Deception and Culture; Research Cluster Spiritualitas; Research Cluster Mental Health and Culture. Secara umum WPRC merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh CICP untuk mengetahui serta mendiskusikan perkembangan riset tiap cluster di CICP. Kegiatan WPRC ini diikuti oleh cluster coordinator beserta anggota cluster untuk memaparkan progress cluster-nya serta memberikan feedback bagi progress penelitian cluster lain. Dalam WPRC di bulan Maret dilaporkan bahwa beberapa cluster telah melakukan pengajuan proposal hibah…
Read More
CICP Mengirimkan Delegasinya ke ICP 2016

CICP Mengirimkan Delegasinya ke ICP 2016

Public Release
Pada tanggal 24 Juli hingga 29 juli, 10 mahasiswa yang tergabung dalam CICP (Center for Indigenous and Cultural Psychology), beserta seorang dosen, yakni Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A., mengikuti International Congress of Psychology (ICP) 2016 yang diadakan di Yokohama, Jepang. Kegiatan yang mengusung tema “Diversity in Harmony: Insight from Psychology” ini dihadiri oleh 6.366 peserta dari 92 negara yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Tahun ini merupakan konferensi yang ke-31 sejak ICP pertama kali diselenggarakan di Paris pada 1889 atau kurang lebih 127 tahun yang lalu. Mahasiswa dan dosen yang menjadi delegasi dalam kegiatan ini pun berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya tentang psikologi indigenous dalam sebuah forum internasional yang dihadiri oleh partisipan dari berbagai penjuru dunia. Kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi dan rangkaian opening ceremony di sore hari…
Read More
Mendudukan Posisi Psikologi Eksperimen dan Menyilangkannya dengan Psikologi Indigenous

Mendudukan Posisi Psikologi Eksperimen dan Menyilangkannya dengan Psikologi Indigenous

Public Release
Diskusi bulanan CICP pada 21 April 2016 lalu, mengangkat tema Experimental and Indigenous Psychology dengan pemateri Galang Lufityanto., S.Psi., M.Psi., Ph.D, Dalam pemaparannya, Galang berusaha mendudukkan posisi psikologi eksperimen dan persilangannya dengan psikologi indigenous. Ia memulai dari menjelaskan sejarah psikologi eksperimen dimana American Psychological Association (APA) pada tahun 1984 menganggap bahwa eksperimen adalah suatu metodologi paling mainstream di psikologi. Oleh karena itu, semakin dikembangkan laboratorium untuk menggerakkan adanya eksperimen terhadap suatu fenomena-fenomena psikologis hingga mencapai kriteria empiris.   Empirisme secara umum mempunyai beberapa kriteria berikut, diantaranya; determinisme yang bermakna adanya pola yang berulang yang dapat diamati, empirisme bermakna dapat diamati di setting natural, testabilitas yaitu ketika diuji, menghasilkan hasil yang sama dan operasionisme atau dapat dilakukan secara nyata.   Sesuai fungsinya, psikologi eksperimen merupakan metode yang disepakati dapat menunjukkan hubungan…
Read More